Jumat, 31 Agustus 2012

Manajemen Agribisnis



Bahan pangan dan sandang merupakan kebutuhan pokok bagi setiap individu. Bahan tersebut bukan hasil dari suatu keajaiban, tetapi hasil dari kerja keras dan efisiensi oleh banyak orang dalam suatu sistem yang mencakup kegiatan-kegiatan atas bahan masukan (input), produksi (farm), pengolahan (processing), dan pemasaran bahan pangan (output factor).
Pengertian pertanian, usahatani, dan agribisnis
Pengertian pertanina adalah Pertanian rakyat atau disebut pertanian dalam arti sempit. Perkebunan, termasuk di dalamnya perkebunan rakyat dan perkebunan besar, Kehutanan, Peternakan, dan Perikanan.
Pengertian usaha tani ( farm ) adalah organisasi dari alam (lahan), tenaga kerja, dan modal yang ditujukan kepada produksi di lapangan pertanian. Organisasi tersebut ketatalaksanaannya berdiri sendiri dan sengaja diusahakan oleh seseorang atau sekumpulan orang sebagai pengelolanya.
Pengertian agribisnis, keberhasilan agribisnis untuk mencapai tujuannya sangat ditentukan oleh faktor manajemen. Fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning) pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), dan pengendalian (contolling) terdapat dalam kegiatan di tiap subsistem dan merupakan penghubung antara seorang manajer agribisnis dengan pemilik sebagai satu kesatuan merupakan tujuan lain dalam kurikulum agribisnis.
Manajemen Agribisnis Sebagai Ilmu, Manajemen agribisnis merupakan bagian (subdisiplin, special case) dari ilmu ekonomi pertanian.
Kegiatan agribisnis di Indonesia ada sejak sebelum adanya pembangunan jangka panjang (PJP) 1. Akan tetapi, pada waktu itu kegiatan utamanya adalah agribisnis usahatani, yang lebih dikenal dengan istilah pertanian.
Pembangunan sistem agribisnis tersebut perlu ditempatkan bukan saja sebagai pendekatan baru pembangunan, tetapi lebih dari itu, pembangunan sistem agribisnis perlu dijadikan penggerak utama (grand strategy) pembangunan Indonesia secara keseluruhan (agribusiness led development).

Manajemen Dalam Agribisnis
Manajemen agribisnis pada prinsipnya adalah penerapan manajemen dalam sistem agribisnis. Oleh karena itu, seseorang yang hendak terjun di bidang agribisnis harus memahami konsep-konsep manajemen dalam agribisnis, yang meliputi pengertian manajemen, fungsi-fungsi manajemen, tingkatan manajemen, prinsip-prinsip manajemen, dan bidang-bidang manajemen.

Pentingnya Manajemen Dan Manajer
Dalam suatu organisasi diperlukan manajer yang memiliki kemampuan yang baik. Kemampuan tersebut tidak saja kemampuan dalam menguasai keahlian dari pekerjaan, tetapi juga diperlukan keahlian dalam mengelola orang-orang yang ikut di dalamnya.
Pengertian dan fungsi-fungsi manajemen
Manajemen adalah suatu ilmu dan seni. Manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan gejala-gejala.
Fungsi-fungsi manajemen :
1. Perencanaan (planning)
2. Pengorganisasian (organizer)
3. Pengarahan (directing)
4. Pengkoordinasian (coordinating), dan
5. Pengawasan (controlling)

Badan dan usaha agribisnis, masing-masing bentuk organisasi bisnis memiliki kelebihan dan kelemahan sehingga kita harus hati-hati dalam memilihnya. Masing-masing bentuk cenderung lebih sesuai untuk suatu keadaan tertentu daripada bentuk yang lainnya.

Pengertian Badan Usaha
badan usaha sering disebut dengan istilah perusahaan, adalah suatu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi atau faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.
Macam-macam  Badan Usaha :
1. Badan usaha menurut lapangan usahanya
2. Badan usaha menurut kepemilikan modalnya
3. Badan usaha berdasarka tanggung jawab anggotanya
4. Badan usaha berdasarkan perbandingan penggunaan tenaga mesin dan tenaga kerja manusia.
Bentuk badan usaha :
1. Perusahaan perseorangan
2. Persekutuan
3. Perseroan terbatas
4. Badan usaha milik negara
5. Perusahaan daerah
6. Koperasi
7. Yayasan

Prinsip-prinsip ekonomi dalam agribisnis
Sistem Perekonomian, secara garis besar, organisasi perekonomian di berbagai negara dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu :
1. Sistem pasar bebas atau laissez faire (perekonomian pasar)
2. Sistem ekonomi perencanaan; dan
3. Sistem ekonomi campuran

Ekonomi makro :
gambaran ekonomi menyeluruh, Ekonomi makro mempelajari bagaimana unsur-unsur yang berbeda dari seluruh ekonomi berinteraksi. Keterampilan untuk menganalisis, mengantisipasi dan menafsirkan kebijakan ekonomi makro merupakan faktor penentu terhadap keberhasilan para manajer agribisnis.

Teori permintaan dan penawaran
Permintaan merupakan keinginan konsumen untuk membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Penawaran, dalam analisis ekonomi, jumlah barang yang ditawarkan berarti jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga tertentu. Sedangkan penawaran berarti keseluruhan dari kurva penawaran.
Keseimbangan Pasar adalah keadaan disuatu pasar dikatakan dalam keseimbangan atau ekuilibrium apabila jumlah yang ditawarka para penjual pada suatu harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang diminta para pembeli pada harga tersebut.

Elastisitas
Pengertian Elastisitas, dapat diartikan sebagai perubahan relatif jumlah barang yang diminta atau jumlah barang yang ditawarkan sebagai akibat perubahan dari salah satu faktor yang mempengaruhinya.
Elastisitas permintaan, mengukur perubahan relatif dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat adanya perubahan salah satu faktor yang mempengaruhinya.
Elastisitas penawaran adalah angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang  ditawarkan berubah, apabila harga barang berubah 1%.

Analisis Permintaan Dan Penawaran
Teori permintaan dan penawaran terutama berguna untuk menerangkan interaksi di antara para penjual dan para pembeli di pasar persaingan sempurna, yaitu dipasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli.

Masalah Jangka Panjang Sektor Pertanian, dalam perkembangan yang belum berkembang, pertanian memiliki peran yang sangat penting. Sebagian besar produksi nasional merupakan hasil pertanian dan sebagian pendapatan rumah tangga dibelanjakan untuk membeli hasil-hasil pertanian. Dalam perekonomian yang sudah maju, seperti Amerika Serikat dan Eropa, pertanian memiliki peran yang kecil dalam menciptakan produksi nasional, dan hanya sebagian kecil saja dari pendapatan rumah tangga digunakan untuk membeli barang pertanian.

Ketidakstabilan Harga Barang Pertanian Jangka Pendek
Ketidakstabilan harga disebabkan oleh permintaan dan penawaran barang pertanian yag sifatnya tidak elastis. Sifat ini yang menyebabkan perubahan yang sangat besar atas tingkat harga apabila permintaan atau penawaran mengalami perubahan.
Menstabilkan Harga Dan Pendapatan Petani, Untuk menstabilkan harga dan pendapatan petani dengan berbagai cara :
1. membatasi (menentukan kuota) tingkat produksi yang dapat dilakukan tiap-tiap produsen.
2. Melakukan pembelian barang yang ingin distabilkan harganya dipasaran bebas.
3. Memberikan subsidi kepada para produsen apabila harga pasar lebih rendah daripada harga yang dianggap layak oleh pemerintah.

Pembiayaan Agribisnis
Uang merupakan sumber kehidupan bagi setiap bisnis, termasuk bidang agribisnis. Uang diperlukan untuk membeli aktiva/harta perusahaan seperti mesin dan peralatan, piutang usaha, tenaga kerja, bahan mentah, dan pajak.

Alasan Peningkatan Sumber Daya Keuangan :
1. Untuk memperluas dan/atau meningkatkan pertumbuhan bisnis;
2. Untuk melakukan aktivitas bisnis tambahan;
3. Untuk menjaga atau meningkatkan likuiditas atau posisi kas perusahaan;
4. Untuk meningkatkan posisi bersaing perusahaan.
Kapan Peningkatan Sumber Daya Keuangan Diperlukan, beberapa pertanyaan yang dapat dijadikan pedoman perlu tidaknya peningkatan sumber daya keuangan :
a. Apakah tambahan dana benar-benar dibutuhkan dalam agribisnis ?
b. Mengapa tambahan dana diperlukan ?
c. Berapa tambahan penerimaan dan/atau laba yang akan diperoleh dari tambahan dana.
d. Kapan tambahan dana diperlukan ?
e. Berapa lama (jangka waktu) tambahan dana diperlukan ?
f.  Berapa banyak tambahan dana yang dibutuhkan ?
g. Kapan tambahan dana dapat diperoleh ?
h. Berapa besar biaya yang akan timbul dari penambahan dana tersebut ?
i. Jika dana berupa pinjaman, bagaimana utang tersebut akan dibayar ?
Jenis-Jenis Modal dan Pinjaman, ada dua tipe modal, yaitu :
1. Modal asing/utang/pinjaman, dan
2. Modal sendiri
Modal asing dibagi tiga, yaitu sebagai berikut :
1.  Pinjaman jangka pendek (short term debt), yaitu pinjaman yang berjangka waktu kurang dari satu tahun.
2.  Pinjaman jangka menengah (intermediate term debt), yaitu pinjaman yang berjangka waktu dari satu tahun sampai dengan 10 tahun.
3.  Pinjaman jangka panjang (long term debt), yaitu pinjaman yang berjangka waktu lebih dari 10 tahun.
Modal asing dan modal sendiri dapat dibedakan sebagai berikut :
Modal asing :
a. Modal ini terutama memerhatikan kepentinganya sendiri, yaitu kepentingan kreditor
b. Modal ini tidak dipengaruhi terhadap penyelenggaraan perusahaan.
c. Modal ini mempunyai beban bunga tetap, tanpa memandang adanya keuntungan atau tidak
d. Modal ini hanya turut sementara waktu bekerja sama dalam perusahaan
e. Modal ini mempunyai hak untuk didahulukan (prefferent right) sebelum modal sendiri di dalam likuidasi
Modal sendiri
a. Modal ini berkepentingan terhadap kesinambungan, kelancaran, dan keselamatan perusahaan.
b. Modal yang dengan kekuasaannya mampu mempengaruhi politik perusahaan
c. Modal yang berhak atas laba sesudah pembayaran bunga kepada modal asing
d. Modal yang digunakan dalam perusahaan untuk jangka waktu yang tidak terbatas atau tidak tertentu lamanya
e. Modal yang menjadi jaminan, dan haknya adalah setelah modal asing di dalam likuidasi.

Biaya Modal (Cost Of Capital)
Konsep ini dimaksudkan untuk menentukan biaya riil yang harus ditanggung oleh perusahaan untuk memperoleh dana dari suatu sumber tertentu.
Penentuan jumlah pinjaman, jika tambahan modal yang dipinjam dapat meningkatkan pendapatan dan laba sehingga meningkatkan kemampuan melunasi utang maka jumlah pinjaman dapat ditambah.
Prosedur Pinjaman, secara umum tahap-tahap tersebut antara lain :
1.  pengajuan/pendaftaran,
2. pemeriksaan,
3. keputusan,
4. realisasi,
5. pengawasan dan pembinaan (jika ada), dan
6. pelunasan kredit
7. Sumber Penawaran Modal
8.  Sumber intern
9.  Sumber ekstern
10. Sumber Penawaran Ekstern Utama
Pada dasarnya pemberi  modal ekstern  utama dapat digolongkan menjadi 3, yaitu sebagai berikut :
1. Supplier
2. Bank
3. Pasar modals.

Time Preference
Secara logika mudah dipahami bahwa sejumlah sumber yang tersedia untu dinikmati pada saat in lebih disenangi orang daripada sejumlah yang sama jik tersedia baru dalam satu/beberapa tahun yang akan datang, hal ini disebut time preference (skala waktu)
Compounding factor (F/P) ,coumpounding factor (bunga majemuk) digunakan untuk mencari nilai yang akan datang (F) dari nilai uang saat ini (P) jika diketahui besarnya bunga (i) dan lamanya periode investasi (n).
Discount Factor (F/P), discount factor digunakan untuk menghitung jumlah uang di saat ini (P), apabila diketahui F, I, dan n. Untuk mencari P, rumus  compounding  factor dapat dibalik menjadi :

Mencari Besarnya Tingkat Bunga
Besarnya tingkat bunga dapat dicari jika P, F, dan n diketahui. Untuk memberi gambaran mengenai hal ini diperhatikan contoh berikut : Seseorang meminjam uang sebanyak Rp. 500.000,00 pada waktu sekarang dan diharuskan membayar kembali Rp. 1.000.000,00 sesudah 9 tahun. Berapakah tingkat bunganya ?
Jawab :
Diketahui :
P = 500.000
F = 1.000.000
n = 9 tahun
Ditanya : i ?
P                      =  P(1 + i)n
1000.000         =  500.000 (1 + i)n
(1 + i)9            =  1.000.000/500.000
=  2
1 + i                 =  1,08006 – 1
i                       = 0,8006 =  8,006%

Compounding Factor For 1 Per Annum (F/A)
Compounding factor for 1 per Annum digunakan untuk mencari F jika telah diketahui A, 1, dan n, dengan rumus sebagai berikut :
Sinking fund factor (A/F), sinking factor digunakan untuk mencari A jika telah diketahui F, I, dan n. rumus yang digunakan adalah kebalikan dari Compounding factor for 1 per annum, yaitu sebagai berikut :
Present worth/value of an annuity factor (P/A), present value of an annuity factor yang digunakan untuk mencari nilai sekarang (present value = PV) dari penjumlahan annuity yang dibayar atau diterima pada setiap akhir tahun.
Capital recovery factor (A/p), capital recovery factor digunakan untuk menghitung sejumlah tetap yang harus dibayar pada setiap tahun untuk mengembalikan suatu pinjaman, termasuk nilai pokok maupun bunganya.

Pengambilan Keputusan dalam agribisnis
kemampuan mengambil keputusan yang secara intuitif merupakan asset seorang manajer yang sangat berharga. Kemampuan tersebut diperoleh dari pengalaman dalam membuat keputusan penting selama bertahun-tahun dalam situasi yang tidak menentu.
Pengertian pengambilan keputusan, secara formal, pengambilan keputusan adalah suatu proses untuk memilih salah satu cara atau arah tindakan dari berbagai alternatif yang ada demi tercapainya hasil yang diinginkan. Mengambil atau membuat keputusan berarti melakukan pemilihan dari berbagai kemungkinan atau alternatif.
Proses Pengambilan Keputusan, proses pengambilan keputusan hanyalah prosedur yang logis untuk mengidenfifikasi, menganalisis, dan menghasilkan pemecahan masalah. Dalam keadaan apa pun, pengambilan keputusan yang profesional merupaka proses sistematis yang melibatkan beberapa langkah yang khusus.
Alat Pengambilan Keputusan, masing-masing individu akan menggunakan dasar yang berbeda untuk mengambil atau membuat keputusan yang rasional. Secara umum, alat pengambilan keputusan dapat dibagi dua, yaitu :
1. alat pengambilan keputusan nonkuantitatif, dan
2. alat pengambilan keputusan kuantitatif.

Pemasaran dalam agribisnis
berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka.
Konsep Pemasaran, ada lima konsep pemasasran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya :
1. Konsep berwawasan produksi
2. Konsep berwawasan produk
3. Konsep berwawasan penjualan
4. Konsep berwawasan pemasaran
5. Konsep berwawasan pemasaran bermasyarakat.
Kegunaan Utility, ada empat jenis kegunaan, yaitu :
a. guna karena bentuk (form utility)
b. guna karena waktu (time utility)
c. guna karena tempat (place utility), dan
d. guna karena hak milik (posession utility)
Pentingnya Pemasaran, dapat dijelaskan dari pernyataan Peter F. Drucker berikut ini :dalam bisnis hanya ada dua fungsi penting, yaitu pemasaran dan inovasi, di luar itu semua adalah biaya.
Pemasaran pada negara-negara yang baru berkembang merupakan bagian paling “terbelakang” perekonomian yang bersangkutan. Akibatnya, negara-negara tersebut tidak dapat menggunakan sumber-sumber mereka secara efektif.
Perkembangan sistem pemasaran pada negara-negara yang baru berkembang dengan sendirinya dapat mengubah keadaan ekonomi negara yang bersangkutan tanpa harus melakukan perubahan dalam bidang produksi distribusi penduduk ataupun distribusi pendapatan.
Proses Pemasaran, dalam hal ini ada tiga fungsi pokok pemasaran, yaitu sebagai berikut :
1. Fungsi pertukaran (exchange function)
2. Fungsi fisis (function of physical supply)
3. Fungsi penyediaan sarana (the facilitating function)
Aliran Produk, perlu diingat bahwa fungsi-fungsi pemasaran perlu dilakukan dalam suatu kerangka dasar pemasaran yang dibangun berdasarkan aliran produk yang meliputi tiga macam proses pokok berikut :
a. konsentrasi
b. ekualisasi
c. dispersi
Biaya pemasaran, sering diukur dengan margin pemasaran, yang sebenarnya hanya menunjukkan bagian dari pembayaran konsumen yang diperlukan untuk menutup biaya yang dikeluarkan dalam proses pemasaran.
Resiko pasar, pada dasarnya ada beberapa teknik untuk membantu para produsen dan pemasar (marketer) dalam mengalihkan atau mengurangi risiko pasar, yaitu sebagai berikut :
1. Diversifikasi (penganekaragaman)
2. ntegrasi vertikal
3.Pengadaan kontrak di muka
Strategi pemasaran agribisnis, Rencana Pemasaran Strategis memadukan semua kegiatan dan sumber daya bisnis secara logis guna memenuhi kebutuhan pelanggan dan menghasilkan laba. Rencana tersebut terdiri dari lima jenis  keputusan pemasaran yang saling melengkapi, yaitu :
1. Keputusan pasar yang menyeluruh,
2. Keputusan mengenai produk,
3. Keputusan mengenai harga,
4. Keputusan mengenai promosi, dan
5. Keputusan mengenai tempat.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About